Skip to main content

Merasakan Sensasi Mukjizat dari Game 'Jesus' Simulator

Bagaimana rasanya memiliki mukjizat, layaknya Yesus Kristus yang bisa menyembuhkan orang sakit, mengisi keranjang kosong dengan ikan untuk nelayan kelaparan, hingga menyelamatkan perahu yang diterjang badai. Pengalaman unik itu bisa kamu rasakan dalam sebuah game simulasi berjudul ‘I Am Jesus Christ’.

Game yang akan segera muncul di platform Steam ini, memungkinkan pemainnya menjadi sosok Yesus Kristus. Mengambil sudut pandang FPS atau First Person Shooter, pemain akan melihat dunia dalam perspektif Yesus.

Sayangnya belum tahu kapan game bergenre simulasi ini akan dirilis di Steam. Dalam halaman Steam game tersebut hanya tercantum keterangan ‘Coming Soon‘. Tapi, setidaknya PlayWay selaku penerbit game ini telah mengeluarkan video trailer pertamanya.

“Menjadi Yesus Kristus, manusia paling tersohor di muka Bumi, dalam game simulasi yang sangat realistis. Berdoa untuk dapat kekuatan super, melakukan berbagai mukjizat yang terkenal berdasarkan Bibel, termasuk mengusir setan, menyembuhkan, dan memberi makan orang-orang, menghidupkan kembali dan lainnya,” tulis PlayWay, dalam deskripsi gamenya.

Nantinya jalan cerita game ini akan mengikuti semua kejadian-kejadian yang terinspirasi dari Alkitab. Saat ini, ‘I Am Jesus Christ‘ hanya tersedia di PC saja. Namun bukan tak menutup kemungkinan game ini akan hadir di PS4 atau Xbox.

PlayWay sendiri adalah sebuah perusahaan game yang berbasis di Polandia dan telah didirikan sejak 2011. Sebelumnya, PlayWay dikenal telah meluncurkan berbagai game simulator yang bisa dibilang aneh. Misalnya saja ada simulator petani, Santa Claus mabuk, kepala sekolah, presiden Amerika, hingga jadi seorang mekanik kendaraan.

Game yang berkaitan dengan Tuhan

Sejatinya ini bukan kali pertama, developer game mengambil sosok Yesus sebagai karakter gamenya. Hanya saja, terkadang game yang dibuat malah melewati batasan-batasan tertentu dan menimbulkan kontroversi.

Misalnya saja, kemunculan game bertajuk Fight of Gods. Video game satu ini mengundang kontroversi lantaran menghadirkan pertarungan karakter dewa, Yesus Kristus hingga Nabi Musa.

Fight of Gods adalah game garapan pengembang game indie asal London PQubeGames yang mengusung genre fighting. game tersebut kini hanya tersedia via platform Steam, jadi cuma bisa dimainkan lewat PC. Karena dibesut pengembang game indie, jangan harap tampilan grafisnya sama dengan game fighting ala Street Fighter atau Tekken.

Karakter gamenya pun cukup sensitif, karena kebanyakan berasal dari mitologi agama dan dewa-dewa. Mulai dari dewa Zeus dari Yunani, Odin dari mitologi Norse, hingga Anubis dari Mesir. Sementara, ada juga karakter yang bukan dari dewa, seperti Moses yang tak lain adalah Nabi Musa.

Selain karakter di atas, game ini ternyata juga menghadirkan sosok Yesus sebagai karakter yang bisa dimainkan. Sosok Yesus dalam game digambarkan dengan fisik pria bertubuh kekar. Di tangannya ada potongan kayu yang seolah-olah dipatahkan dari salib. Tak cuma Yesus, Buddha juga hadir sebagai karakter playable.

Sejak dirilis 4 September lalu, game ini sudah lumayan banyak dibeli di Steam. Berbanding lurus dengan banyaknya peminat game ini, kecaman-kecaman juga muncul tiada henti. Dilansir dari RiceDigital, Thailand dikabarkan akan memblokir permainan tersebut.

Jauh sebelum itu sebenarnya Malaysia juga sudah mengambil tindakan. Di Indonesia, Kemenkominfo sudah menutup akses game ini untuk pengguna Steam di tanah air. Pasalnya, dikhawatirkan game ini dapat menimbulkan gesekan yang berbau SARA.

The English and Chinese versions are automatically generated by the system. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

.

Comments

Popular posts from this blog

Look to the Sky to Observe the Meteor Shower Phenomenon

JAKARTA – Entering the beginning of the year, Indonesia’s sky will be decorated with Quadrantid meteor shower. On January 4 yesterday, the peak of the first meteor shower in 2020 passed Indonesia. Even though it has been missed, you don’t need to worry because this celestial phenomenon can still be observed until January 12, 2020. Reporting from the official Instagram account of the National Aeronautics and Space Agency (LAPAN), almost all regions of Indonesia can enjoy this one meteor shower. “In an ideal state of a cloudless and completely dark night, this meteor shower will display around 120 meteors every hour,” said LAPAN researcher Gunawan Admiranto in his statement. The best time to enjoy this phenomenon is early morning (around 02.46 local time) until the sun rises. To observe Quadrantid meteor showers no binoculars or telescopes are needed, because this one phenomenon can be seen with the naked eye. You do this by looking at the dark night sky ...

1 dead after multiple random shootings in Nevada on Thanksgiving

Five people were shot, one fatally, and two suspects were arrested in Henderson, Nevada early Thanksgiving morning, police said. from CNN.com - RSS Channel - HP Hero https://ift.tt/368TSP7 via IFTTT